Rabu, Mei 12, 2021

THERAPEUTIC LIVING HAS COMING TO BALI – RUMAH 2 LANTAI hanya Rp1,6m an di Bali

therapeutic-living-has-coming-to-bali-–-rumah-2-lantai-hanya-rp1,6m-an-di-bali
0
BALI, 23 April 2021 TAHAP 1 SOLD OUT !! JANGAN KEHABISAN TAHAP 2 NYA!! Satu2nya Cluster FASILITAS TERLENGKAP di Kuta Selatan CLUSTER DAMARA VILLAGE Development by GREENWOODS & JIMBARAN HIJAU Easy Access to everywhere •1 menit ke Asian Intercultural School by Gandhi School •5 menit ke GWK •5 Menit ke...

HMS Center: Larangan Mudik Diabaikan Karena Pandangan Covid-19 Lebih Terkendali Dan Ada Vaksinasi

Must Read

Novel Baswedan Contohkan 3 Pertanyaan dan Jawaban dalam TWK Pegawai KPK

Jakarta (Riaunews.com) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjelaskan ihwal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang diduga untuk...

Setelah dua hari tak pulang kerumah, pria ini saat ditemukan sudah jadi mayat

Warta.in – Simalungun. Personil Polres Simalungun Polsek Bosar Maligas membantu Evakuasi Penemuan Jasad Dianson Sinaga (23) warga Huta Sipangan Bolon...

Di India, Melumuri Tubuh dengan Kotoran Sapi Dianggap Bisa Kebal dari Covid-19

New Delhi (Riaunews.com) – Bagi mayoritas warga India yang beragama Hindu, sapi merupakan hewan yang suci, bahkan sampai disembah...

RMOL. Kebijakan pemerintah melarang mudik menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 2021 tidak berjalan efektif. Pasalnya, tingkat kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan lebih rendah dibanding setahun sebelumnya.

Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center Hardjuno Wiwoho mengungkapkan, pada dasarnya kegiatan mudik menjelang perayaan lebaran sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat yang tinggal di perkotaan untuk kembali ke kampung halaman.

Bahkan secara religi, lanjutnya, ada kepercayaan di masyarakat untuk melakukan permohonan maaf kepada orang tua pada momentum lebaran.

Dengan demikian, jelas Hardjuno, aspek budaya dan religi tersebut semakin menguatkan keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik, kendati pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik selama kurun 6-17 Mei 2021.

“Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah itu tidak serta-merta menurunkan angka penularan Covid-19. Sebab, saat ini sudah mulai terlihat mobilitas orang untuk pulang kampung,” kata Hardjuno di Jakarta, Selasa (4/5).

“Larangan mudik ini justru menjadi peluang bagi orang untuk pulang kampung sebelum implementasi larangan mudik,” imbuhnya.

Menurutnya, aturan larangan berkemungkinan besar diabaikan karena pandangan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 sudah lebih terkendali dibandingkan tahun lalu. Terlebih, sudah berjalan program vaksinasi.

“Pada tahun lalu saja, banyak orang yang tetap melakukan mudik, meski pemerintah secara tegas melarang pelaksanaan mudik di masa pandemi,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia, sekalipin pemerintah memberlakukan penyekatan di 333 titik dan sanksi putar balik yang efektif pada 6-17 Mei 2021, tetapi diyakini bahwa antusias masyarakat untuk tetap melakukan mudik tidak akan sepenuhnya terbendung.

“Masih banyak ‘jalan tikus’ atau rute alternatif yang bisa dilalui pemudik untuk pulang kampung,” pungkasnya. []

- Advertisement -
- Advertisement -
Latest News

Novel Baswedan Contohkan 3 Pertanyaan dan Jawaban dalam TWK Pegawai KPK

Jakarta (Riaunews.com) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjelaskan ihwal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang diduga untuk...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -